26 Nov 2012

Save Gaza

"
Israel-dulu konon bangsa pilihan Tuhan. Israel-kini sudah pasti bangsa pilihan SETAN!


Apa pun agamamu, termasuk jika kau ateis dan agnostik, bila kau masih punya hati nurani dan mengerti arti kata KEMANUSIAAN, berteriaklah membela Palestina dan berdoalah agar binatang-binatang berkepala manusia di Israel segera masuk ke liang kubur!


Percuma saja kau berkoar-koar bahwa ajaran agamamu "berdasarkan cinta kasih" jika nuranimu tidak tersayat-sayat membaca berita anak-anak dan warga sipil Palestina yang tak bersalah dibunuh oleh militer-binatang Israel.

Itu bukan perang, itu PEMBUNUHAN!
(Bila kau tak paham apa perbedaannya, matikan komputermu!)


*)

-- Teks di bawah: kutipan dari TV Al Jazeera via Tempo http://goo.gl/3wf21
-- Sumber gambar ilustrasi: deesillustration.com

Pihak militer Israel mengatakan, target gempuran yang dilakukan pasukannya ditujukan terhadap otak di belakang tembakan roket dari kelompok Jihad Islam.

Ashraf al-Kidra, juru bicara Menteri Kesehatan di Gaza, mengatakan, jumlah keseluruhan korban tewas di Palestina separuhnya adalah warga sipil.

Gempuran udara Israel terus berlanjut dan menyebabkan 12 anggota keluarga di Jalur Gaza tewas, Ahad, 18 November 2012. Serangan ini berlangsung hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan bahwa negaranya akan melakukan "ekspansi signifikan" dalam operasi melawan pejuang Palestina.

Menanggapi gempuran tersebut, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan Israel mempunyai hak mempertahankan diri dan pasukan Israel perlu menghindari invasi darat.

Pada Ahad, 18 November 2012, sebanyak 30 warga Palestina di Gaza dilaporkan tewas, termasuk anak-anak. Dengan demikian, jumlah total warga Palestina yang meninggal dunia mencapai 82 orang sejak jet tempur Israel memuntahkan bom di kawasan yang dikuasai Hamas, enam hari lalu.

Pada sisi lain, para pejuang Palestina melanjutkan tembakan roket ke wilayah Israel. Dua di antaranya menghantam pusat perdagangan di Tel Aviv. "Sisanya gagal meledak karena dicegat sistem misil anti-serangan udara Israel," kata polisi."

Israel-dulu konon bangsa pilihan Tuhan. Israel-kini sudah pasti bangsa pilihan SETAN!


Apa pun agamamu, termasuk jika kau ateis dan agnostik, bila kau masih punya hati nurani dan mengerti arti kata KEMANUSIAAN, berteriaklah membela Palestina dan berdoalah agar binatang-binatang berkepala manusia di Israel segera masuk ke liang kubur!


Percuma saja kau berkoar-koar bahwa ajaran agamamu "berdasarkan cinta kasih" jika nuranimu tidak tersayat-sayat membaca berita anak-anak dan warga sipil Palestina yang tak bersalah dibunuh oleh militer-binatang Israel.

Itu bukan perang, itu PEMBUNUHAN!
(Bila kau tak paham apa perbedaannya, matikan komputermu!)


*)

-- Teks di bawah: kutipan dari TV Al Jazeera via Tempo http://goo.gl/3wf21
-- Sumber gambar ilustrasi: deesillustration.com

Pihak militer Israel mengatakan, target gempuran yang dilakukan pasukannya ditujukan terhadap otak di belakang tembakan roket dari kelompok Jihad Islam.

Ashraf al-Kidra, juru bicara Menteri Kesehatan di Gaza, mengatakan, jumlah keseluruhan korban tewas di Palestina separuhnya adalah warga sipil.

Gempuran udara Israel terus berlanjut dan menyebabkan 12 anggota keluarga di Jalur Gaza tewas, Ahad, 18 November 2012. Serangan ini berlangsung hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan bahwa negaranya akan melakukan "ekspansi signifikan" dalam operasi melawan pejuang Palestina.

Menanggapi gempuran tersebut, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan Israel mempunyai hak mempertahankan diri dan pasukan Israel perlu menghindari invasi darat.

Pada Ahad, 18 November 2012, sebanyak 30 warga Palestina di Gaza dilaporkan tewas, termasuk anak-anak. Dengan demikian, jumlah total warga Palestina yang meninggal dunia mencapai 82 orang sejak jet tempur Israel memuntahkan bom di kawasan yang dikuasai Hamas, enam hari lalu.

Pada sisi lain, para pejuang Palestina melanjutkan tembakan roket ke wilayah Israel. Dua di antaranya menghantam pusat perdagangan di Tel Aviv. "Sisanya gagal meledak karena dicegat sistem misil anti-serangan udara Israel," kata polisi.

0 comments:

Posting Komentar